Tips Untuk Kamu yang Mau Buat Video Keren Pakai Smartphone
Snack video menghadirkan program “Snack Mencari Duta Batik”, bekarja sama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengajak generasi muda dalam melestarikan budaya di Indonesia melalui konten video.
Selama workshop berlangsung, Snack Video menghadirkan Aries Lukman untuk membagikan pengalamannya sebagai photographer dan videographer dengan smartphone. “Handphone yang kalian pegang adalah yang terbaik, kamera yang kalian pegang adalah yang terbaik,” ujar Aries.
Menurut Aries, kita sudah masuk ke dalam era video pendek, jika dulu kamu ingin menghasilkan satu video memerlukan proses yang panjang, sekarang sudah mudah. Perusahaan smartphone berlomba-lomba untuk menghasilkan produk terbaik, yang mampu merekam dan mengedit cukup dengan satu perangkat.
Dengan tambahan aplikasi seperti Snack Video, nggak ada alasan lagi untuk nggak bikin karya, lho! Inilah tips untuk kamu yang ingin membuat dan mengedit video menggunakan smartphone.
Memperhatikan pencahayaan
Sebelum membuat video, penting untuk kamu mengetahui tujuan dari membuat video itu sendiri. Dengan mengetahui tujuan, kamu mampu membuat visual yang lebih bermakna. Video adalah kumpulan footage yang akan digabungkan menjadi satu dan menghasilkan sebuah cerita.
Tips yang pertama, kamu perlu memperhatikan pencahayaan agar menghasilkan kualitas video yang baik. Atur posisi lampu, agar tidak adanya bayangan yang mengganggu objek yang akan kita ambil. Perhatikan juga intensitas cahaya, agar tidak terlalu gelap maupun terlalu terang.
Atur Komposisi
Agar video kamu semakin kreatif, kamu perlu memperhatikan transisi video. Transisi adalah peralihan tiap scene di dalam video. Transisi yang kreatif akan membuat video kamu semakin menarik untuk ditonton. Aries Lukman membagikan tiga transisi kreatif yang bisa kamu coba.
- Pertama, panning nyabet/whip pan, pada transisi ini kamu perlu menggerakan kamera dengan cepat ke arah kanan atau kiri. Shoot kedua, kamu bisa mulai menggerakkan kamera sesuai dengan arah shoot pertama. Manfaatkan blur untuk menuju scene berikutnya.
- Transisi kedua yang bisa kamu coba adalah transisi nutupin kamera. Sebelum video mulai, kamu bisa menutupi lensa kamera dengan sesuatu. Mulai dari posisi tertutup, lalu arahkan kamera pada posisi yang berbeda.
- Transisi yang terakhir adalah transisi numpang lewat. Kamu bisa menggerakan kamera hingga melewati sesuatu, pastikan foreground dekat dengan lensa. Kemudian, gerakkan kamera dari sesuatu yang gelap menuju scene berikutnya.
Komentar
Posting Komentar