Mengenal Cancel Culture, Dua Sisi Mata Pedang yang Mematikan

Sumber Illustrasi: www.freepik.com/goonerua


Apakah kamu familiar dengan istilah cancel culture? Istilah ini marak digunakan di media sosial, di mana seseorang secara paksa harus keluar dari lingkaran sosial atau profesional akibat perilaku atau perkataannya yang menyinggung banyak pihak. 

Secara tidak langsung, cancel culture lahir sebagai bentuk hukuman baru di media sosial yang semakin cepat menanggapi berbagai isu. Dalam beberapa situasi, cara ini merupakan langkah paling mudah untuk mendapatkan simpati publik dan menuntut pertanggungjawaban seseorang.  

Namun, cancel culture sebagai alat demokrasi bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi dapat digunakan sebagai alat keadilan sosial, di sisi lain dapat digunakan sebagai senjata intimidasi masal.


Bagaimana cancel culture bekerja? 

Ide yang mendasari adanya cancel culture berawal dari keinginan untuk membatalkan atau menghalangi pengaruh seseorang yang di mata masyarakat dianggap memiliki pengaruh buruk. Hal ini biasa terjadi di kalangan selebriti atau tokoh politik yang berpengaruh. Akibat dari perilaku atau perkataannya yang menyinggung publik, tidak jarang karier dan popularitas seseorang dapat turun secara drastis. 

Bagaimana publik bereaksi dipicu oleh kecepatan media sosial dalam menyebarkan informasi dan seberapa banyak bukti yang bisa dihadirkan. Akibat kemarahan publik, seruan untuk menjatuhkan seseorang atau tokoh tertentu, akan mencabut cap baik yang sebelumnya pernah diterima sehingga publik akan menurunkan rasa kepercayaannya.

Cancel culture dapat berjalan dengan maksimal berkat kekuatan media sosial, cara ini dapat menjadi jalan keluar terbaik dan efektif untuk menegakkan keadilan sosial. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seperti pisau bermata dua, dengan minimnya bukti hal ini dapat membahayakan menyudutkan salah satu pihak akibat fitnah tidak berdasar.


Seberapa besar dampak dari cancel culture

Meski biasanya cancel culture tidak menyebabkan seseorang masuk ke pengadilan, namun dampak sosial serta jejak digital yang ditinggalkan akan sulit hilang. Penulis JK Rowling pun telah merasakan pahitnya cancel culture akibat komentarnya mengenai isu transgender. Hal ini berdampak pada banyak aspek terutama kariernya. 

Di sisi lain, cancel culture banyak terjadi di dunia hiburan Korea. Belum lama ini, aktor Kim Seon Ho berhasil membuat publik kecewa akibat kabar yang menyatakan dirinya memaksa mantan pacarnya untuk aborsi. Dikenal sebagai sosok yang penyayang, tentunya ini menjadi pukulan telak untuk para penggemarnya. Meski banyak bukti yang menyatakan dirinya tidak bersalah, banyak sponsor yang terlanjur membatalkan kontrak kerjasama dengan dirinya. 

Dalam perjalanannya, cancel culture tidak hanya menyerang selebriti dan tokoh politik. Maraknya pengguna sosial media, akan melebarkan peluang seseorang terkena cancel culture akibat satu kesalahan yang bahkan kamu mungkin tidak menyadarinya. 


Cancel culture dapat menyerang siapapun, tidak peduli kelompok ras, agama, suku dan budaya. Lantas apa yang harus dilakukan? Tentunya berhati-hati dalam bermedia sosial adalah langkah pertama yang paling efektif untuk dilakukan. 

Selain itu, menahan diri untuk tidak memojokkan satu pihak juga penting, jangan sampai ujaran kebencian berimbas kepada orang yang salah. Semakin biasnya informasi dan minimnya bukti, akan mempersempit jarak pandang kita dengan kebenaran itu sendiri. (AB/PNJ)


Komentar

  1. Wah bermanfaat banget infonya

    BalasHapus
  2. Terima kasih, infonya bermanfaat banget...jadi mengerti mengenai cancel culture....min

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Mantap, jadi tau kalo hal kaya gitu namanya cancel culture

    BalasHapus
  6. Nice info. Ternyata serem juga ya cancel culture

    BalasHapus
  7. aduuhh ini relate bgt si di kehidupan zaman sekarang

    BalasHapus
  8. Kok ngerii yaa, ternyata cancel culter gak selamanya baik

    BalasHapus
  9. wah harus bijak ya kita dalam bersosial media, terima kasih informasi yang sangat bermanfaatnyaa

    BalasHapus
  10. tengkyuu infonya aish, jadi nambah pengetahuan bgt nih👍🏻

    BalasHapus
  11. Yg biasa tau culture shock, ini ada cancel culture sangat insightful , banyakin konten begini min ❤

    BalasHapus
  12. wah baru tau infonya, makasihh bermanfaat sekali

    BalasHapus
  13. sekarang harus lebih diedukasi lagi sih tentang cancle culture, keren penulis! semoga bisa ngebuka mata kita supaya lebih wise bermedia sosial

    BalasHapus
  14. Dapet ilmu baru, keren authornya👍

    BalasHapus
  15. wah relate banget sama netizen sekarang

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah nambah pengetahuan

    BalasHapus
  17. Sangat cocok apabila diterapkan di Indonesia, agar para artis yang melakukan kejahatan yang sangat tidak pantas seperti kejahatan seksual, tidak dapat muncul kembali ke televisi atau media lainnya. Cancel culture sangat pantas untuk menghukum para artis/selebriti/influencer yang memang melakukan kejahatan2 luar biasa

    BalasHapus
  18. Baru tauuu dan thank youu informasinyaaaa ini menarik banget✨

    BalasHapus
  19. Terima kasih informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  20. wahh baru tau infonya, thanks atas infonyaa

    BalasHapus
  21. Terima kasih informasinya, Aisyah!

    BalasHapus
  22. baru tau nih istilah ini, thx infonya

    BalasHapus
  23. Harus hati2 ya sama cancel culture

    BalasHapus
  24. Terima kasih kak, sangat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuota Sekolah Penerima SNMPTN Sudah Keluar, Cek Jadwal Lengkapnya

Paragraf Pembuka

5 Makanan Khas Kebumen Yang Harus Kamu Cobain!