Perjalanan Hidup Ida Bell, Seorang Jurnalis dan Aktifis

Sumber Gambar : Wikipedia

Ida Bell Wells lahir di Holly Springs, Mississipsi pada 16 Juli 1862 dari pasangan James dan Lizzie Wells. Ida lahir dengan status seorang budak yang diwariskan oleh kedua orang tuanya, ia lahir enam bulan sebelum Proklamasi Emansipasi yang membuatnya resmi merdeka dari status perbudakan. Ida Bell merupakan seorang jurnalis dan aktivis yang lantang menyerukan anti hukuman mati di Amerika Serikat pada 1890. Dirinya juga aktif dalam melawan ketidakadilan serta rasisme.

Diumurnya yang menginjak 16 tahun Ida Bell harus kehilangan kedua orang tua dan adiknya yang meninggal akibat demam kuning. Pada tahun 1882 Ida Bell memutuskan untuk pindah ke Memphis, Tennessee dan bekerja menjadi seorang guru sekolah dasar. Ida Bell memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke Fisk University di Nahville.

Awal Perjalanan Menjadi Seorang Jurnalis dan Aktivis

Perjuangan Ida dimulai dari peristiwa yang dialaminya pada tahun 1884, Ida mengajukan gugatan kepada sebuah perusahaan kereta api di Memphis karena ketidakadilan yang menimpanya. Seorang petugas di kereta memerintahkannya untuk pindah ke gerbong khusus Afrika-Amerika sementara itu dirinya sudah memiliki tiket. Keadaan ini membuat dirinya marah dan tersinggung, dititik inilah Ida Bell memulai perjalannya menjadi seorang aktivis.

Ida Bell memulai karir jurnalisnya dengan nama pena Iola, yang banyak menuliskan artikel mengenai hukuman mati dan rasisme yang terjadi disekitarnya. Ida Bell menjadi salah satu pendiri dan editor dari koran Memphis Free Speech and Headlight. Pada 1892, temannya menjadi korban dari pembunuhan yang disengaja. Kejadian ini menuntunnya untuk menggali lebih dalam lagi mengenai kasus pembunuhan yang terjadi.

Di tahun yang sama Ida Bell mempublikasikan hasil investigasi beserta penemuannya dalam sebuah tulisan yang menuai respon negatif dari orang-orang yang membenci tulisannya. Hal ini pula yang membuat kantor tempatnya bekerja dibakar. Saat peristiwa pembakaran kantornya terjadi Ida sedang berada di luar kota dan mendapat ancaman akan dibunuh jika dirinya berani kembali ke Memphis. Ida memutuskan untuk menetap di Chicago dan kembali menuliskan hasil penemuannya dengan judul Southern Horrors: Lynch Law in All Its Phases.

Pada tahun 1895 dirinya menikah dengan Ferdinand L. Barnett seorang aktivis dan juga jurnalis. Ida dan Ferdinand dikaruniai dua orang anak perempuan dan dua orang anak laki-laki. Walaupun, menjadi ibu rumah tangga Ida tetap melanjutkan pekerjaannya menjadi seorang aktivis dan jurnalis. Ida Bell kembali mempublikasikan tulisannya dengan judul The Red Record: Tabulated Statistics and Alleged Causes of Lynching in the United States.

Pada tahun 1896 Ida Bell bersama rekannya Harriet Tubman, Frances E.W. Harper, dan Mary Church Terrell mendirikan National Association of Colored Women's (NACW), dimana organisasi ini bergerak dalam memperjuangkan hak sipil dan hak pilih. Pada 1914 NACW berganti nama menjadi National Association of Colored Women’s Clubs (NACWC). Ida Bell tutup usia diumurnya yang ke 68 tahun pada 25 Maret 1931 karena sakit yang dideritanya.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuota Sekolah Penerima SNMPTN Sudah Keluar, Cek Jadwal Lengkapnya

Paragraf Pembuka

5 Makanan Khas Kebumen Yang Harus Kamu Cobain!