Yuk, Mengenal Psikologi Warna Hitam!

Canva.com
Perlu kamu ketahui hitam bukanlah warna, hitam tidak masuk ke dalam roda warna, karena dianggap bukan warna. Hitam tidak termasuk warna primer, sekunder maupun tersier. Hitam, menyerap seluruh cahaya dalam spektrum warna, sehingga menghasilkan hitam.
Hitam sering dikaitkan dengan kekuatan, ketakutan, misteri, kejahatan, kematian, pemberontakan dan sesuatu yang bersifat formal. Hitam melambangkan kesan misterius dan kesedihan.
Menurut psikologi warna, emosi terkait warna sangat bergantung kepada preferensi pribadi dan pengalaman masa lalu dengan warna terkait. Hal ini membuat reaksi antar individu dengan warna hitam berbeda-beda. "Hitam adalah sensasi nyata, bahkan jika itu dihasilkan oleh ketiadaan cahaya sama sekali. Sensasi hitam jelas berbeda dari ketiadaan semua sensasi." Hermann von Helmholz
Reaksi positif terhadap warna hitam
![]() |
| Canva.com |
Menurut sebagian orang, hitam menghadirkan asosiatif positif dengan daya tarik dan keagungungannya. Hitam memancarkan kesan elegan, glamour dan minimalis. Beberapa brand terkenal menggunakan warna hitam sebagai logo yang mereka gunakan, contohnya Tiffany & Co dan Chanel.
Reaksi negatif terhadap warna hitam
![]() |
| Canva.com |
Di sisi lain, banyak orang merasakan asosiatif negatif dengan kehadiran warna hitam. Hitam biasa dikaitkan dengan duka, kesedihan, marah dan ketakutan. Emosi negatif dan warna hitam tidak dapat dipisahkan. Contohnya ungkapan yang umum digunakan, di antaranya, black monday, sihir ilmu hitam, wabah hitam, kambing hitam dan sebagainya.
Meskipun identik dengan duka, hitam bukan warna yang membawa keburukan atau kesialan. Hitam memiliki filosofinya sendiri, sehingga memberikan dampak yang berbeda bagi tiap orang. (AB/PNJ)


Komentar
Posting Komentar